Sunday, January 11, 2015

..::Tangis Sebatang Tamar::..

Sedu sedan
Itu bak ratapan si kecil
Yang rindu belaian dan perhatian
Yang mendambakan kasih dan sayang
Dari seorang insan yang penyayang

Tangisan itu dari sebatang tamar
Yang sebelumnya menjadi mimbar
Sandaran Rasul tika menyampai khutbah
Diganti mimbar baru kerna keuzurannya

Kisah tangisan sebatang tamar
Menyentuh hati, mengocak perasaan
Benarkah aku cinta, benarkah aku rindu
Sedangkan tak pernah gugur air mata ku mengenangkan mu

Tangisan itu dari sebatang tamar
Yang sebelumnya menjadi mimbar
Sandaran Rasul tika menyampai khutbah
Diganti mimbar baru kerna keuzurannya

Betapa kerasnya hatiku ini
Untuk menghayati perjuangan mu
Betapa angkuhnya diri ku ini
Untuk menghargai perjuangan mu

Ya Rasulallah
Ingin aku menjadi sebatang tamar
Yang menangis rindu kepada mu

Ya Rasulallah
Biarlah aku hanya sebatang tamar
Namun dapat bersama mu di dalam syurga

Tangisan itu dari sebatang tamar
Yang sebelumnya menjadi mimbar
Sandaran Rasul tika menyampai khutbah
Diganti mimbar baru kerna keuzurannya





Betapa kerasnya hatiku ini
Untuk menghayati perjuangan mu
Betapa angkuhnya diri ku ini
Untuk menghargai perjuangan mu

Betapa kerasnya hatiku ini
Untuk menghayati perjuangan mu
Betapa angkuhnya diri ku ini
Untuk menghargai perjuangan mu

Betapa kerasnya hatiku ini
Untuk menghayati perjuangan mu
Betapa angkuhnya diri ku ini
Untuk menghargai perjuangan mu



Of kpopper and muslimah issue,
I'd done nothing
And I myself still stunted 'there'
How to save others when you yourself is barely alive?

Bagaikan 'autumn leaves'
Yang rapuh pabila direnyukkan
Yang luruh menyembah bumi pabila ditiup angin
Hopeless & helpless 

Mengharapkan syurga idaman..
Sedangkan diri tidak kuat menempuh ujian..







No comments:

Post a Comment