Wednesday, August 17, 2011

Aku dan Dia (28-i)


Lokasi ; Bilik Aulia.

Terdengar alunan bacaan ayat-ayat suci Al Quran.

“Tak cukup panjang.6 harakat.”

Aulia menegur.

Diana cepat-cepat memperbetulkan bacaannya.

Selesai ayat terakhir dibaca,Aulia pula menyambung membaca maksud ayat-ayat yang dibaca Diana itu tadi.

Doa penutup pula dibaca oleh Diana.

“Alhamdulillah.”

Ucap Aulia.

“Aulia..”

“Hmm?”

“Nanti bila kita keluar dari kolej mesti aku rindu nak tadarus Al Quran dengan kau.”

“Aku pun.Tapi jangan sebab tak ada kawan,kita tinggalkan kebaikan pula.”

“Hmm..tak la sampai macam tu.Tapi mesti sedih.”

“Hang ni.Macam tertukar hati dengan aku pulak.”

“Apanya?”

“Yala..Dulukan..aku macam tu.Lepas tu aku cakap aku nak ignore semua benda pasal tu.Then hang cakap aku tak bagi peluang pada diri sendirila.”

“Ok.Ok..”

“Tapi yela kot.Ni first time aku betul-betul rapat dengan seorang sahabat.”

Aulia hanya mendiamkan diri.

“Aulia..Kita kena berpisah terus ke nanti?”

“Hang dengan umi hang macam mana?”

“Umi? Aku rindu dia. And bila aku rindu sangat-sangat aku berdoa pada Allah.Kuatkan hati aku.Semoga umi tergolong dalam golongan orang yang bertaqwa.Kuatkan iman aku.Supaya aku turut bersama umi.InsyaAllah aku boleh jumpa umi dan hidup dengan umi di sana selamanya.”

Aulia tersenyum.

“Macam tu la kita nanti.Tak semestinya kita berpisah di dunia,kita berpisah terus selamanya.Akhirat kan ada.InsyaAllah,berdoalah banyak-banyak kepada Allah.Dunia dan seisinya hanyalah pinjaman.Yang akan kekal abadi hanyalah di akhirat sana.So, kita buatlah sebanyak kebajikan yang mampu.Moga mengundang rahmat Allah.”

Macam umi tulis..

“Kau tak pernah baca diari umi aku kan?”

Aulia kehairanan.

“Mestilah tak.”

“Hehe.Tapi kadang-kadang kau selalu ulang apa yang umi tulis.”

“Kebetulan ja kot.”

“Eh..kan kau cakap.Mana ada kebetulan.Semua yang terjadi kan rancangan Allah.”

“Ok..It’s Allah’s will.”

“Yeah..you’re right.”

Ada Marissa dalam Aulia..

Aku dan Dia (27-iii)


Tangan lelaki itu disalami.

Senyuman terukir di wajah lelaki tersebut.

Senyuman yang sangat-sangat  umi suka. Senyuman yang dinobatkan sebagai senyuman yang paling manis.Senyuman yang memberikan umi impian.Senyuman yang meninggalkan umi sendirian.

Mata Diana terus menatap wajah Uncle Eskandar.

Kali ini tangannya pula yang mendarat di kepala Diana.

Diana sedikit mengelak kerana kegelian.

Macam Marissa.

Senyuman Uncle Eskandar tak lekang dari bibir.

“As lovely as her.”

Diana tidak tahu sama ada dia perlu percaya atau tidak kata-kata itu.

Ada perasaan ke ayah kandung aku ni dekat umi?



Ramai sungguh orang.Nama pun shopping complex.Tak kan la alien yang ramai dekat sini kut.He..Tapi kalau waktu solat pun yang setia memenuhi ruangan membeli belah ni,umat Islam..Tambah-tambah pula hari Jumaat tu..Kaum Adam yang buat derk je tu.Faham-faham sendirilah yer..

“Unc….Uncle..”

“Call me daddy if you don’t mind.”

“My pleasure.Daddy…Apa sebenarnya perasaan daddy dekat umi?”

Fuhh..Terkeluar juga akhirnya.

“You mean?”

“Yela.Kalau daddy sayang.kenapa daddy tinggal umi? And if you don’t love her,are those words just meaningless?”

Daddy memandang sekeliling.

Macam baru dapat killer question je.

“Okey kalau soalan tu tough sangat Diana cancel je.But I do have the right.Isn’t it?”

Daddy hanya mengangguk.

“Daddy terlupa yang daddy kena berhadapan dengan 19 years old young lady.So..the truth is.I do love you my lil girl.”

Diana mengukir senyuman tawar.

But not as much as you love my umi?

“Well.Many thanks.And thanks to Allah that inspired umi to wrote such a very good advice.I did hate you before read her beautiful words.”

Giliran daddy mengukir senyuman tawar.

“That’s the destiny.”

“Yeah.Macam umi selalu tulis.. ‘cinta tak boleh dipaksa.’ I get it dad.That’s Allah’s will.”

“Very open minded.Just like your umi.”

Open can be closed sometime..

“The purpose..you are here?”

“I think it’s the time.”

Diana memandang daddynya dengan penuh minat.

“For?”

“Inviting you to live with me.”

“Scotland?”

“Yes.If you want..”

“Kenapa daddy nak ajak Diana balik sana ikut daddy?”

Sebab I’m your daughter?

“Sebab nak tebus kesalahan daddy yang dulu.Sebab nak kita saling sayang menyayangi as a father and a daughter.Sebab daddy rasa bersalah sangat atas apa yang terjadi kepada Marissa.”

Diana tersenyum.

“Itu semua kehendak Allah.Kalau umi redha dengan apa yang berlaku.I want to have a big heart like her too.”

“So..Diana nak ikut daddy?”

Diana berfikir sejenak.

Dia menggeleng kepala.

“Nope..Not yet.Better luck next time maybe.”

Daddy menghembus nafas berat untuk menerima.

“Understand.”

“Tak hidup bersama tak semestinya tak sayang..”

“Hmm?”

Diana tersenyum.

“Ayat umi..So daddy jangan kecil hati pula.Nanti Diana nak kahwin daddy orang pertama yang mesti ada tau.Kalau tak, Diana tak boleh kahwin. ”

Daddy tarik muka.

Diana ketawa.

“I don’t like jokes.”

Daddy turut tersenyum.

“Tak la..Doesn’t mean that I’m approving daddy as my biological dad only.But I do have a family here.Macam cinta,kasih juga tak dapat dipaksa.Get it daddy?”

“Tapi mesti best kalau Diana tinggal dengan daddy.Tak boring sangat.”

Diana tahu itu.Daddynya tak pernah berkahwin lagi setelah berpisah dengan umi.

“Em.Not bad I think.Sebab Diana rasa Diana dah kenal daddy lama dah.Lepas Diana tahu kisah yang sebenar, baru Diana baca diari yang umi tulis pasal daddy. One whole book pasal daddy.”

“Really? Rasa-rasa umi bagi daddy baca tak?”

“Dia tak tulis la pulak.Tapi mama bagi je semua diari umi dekat Diana.I’m the most deserve person kut.”

“Ok.”

“But if you insist to..it’s ok I think.It worth to read.”

Diana tersenyum.

“Thanks dear.”

For loving me, thank  you.
For living with her even for a moment,thank you.
May Allah bless my parents and my mama and papa.

Aku dan Dia (27-ii)

“Cirrhosis  is a consequence of chronic liver disease characterized by replacement of liver tissue by fibrosis, scar tissue and regenerative nodules (lumps that occur as a result of a process in which damaged tissue is regenerated),leading to loss of liver function. Cirrhosis is most commonly caused by alcoholism, hepatitis B and C, and fatty liver disease, but has many other possible causes. Some cases are idiopathic, i.e., of unknown cause.
Ascites (fluid retention in the abdominal cavity) is the most common complication of cirrhosis, and is associated with a poor quality of life, increased risk of infection, and a poor long-term outcome. Other potentially life-threatening complications are hepatic encephalopathy (confusion and coma) and bleeding from esophageal varices. Cirrhosis is generally irreversible, and treatment usually focuses on preventing progression and complications. In advanced stages of cirrhosis the only option is a liver transplant.”….

Diana membaca keseluruhan halaman.

Tab yang lain pula ditekan.

Artikel yang lain pula dibacanya.

“Sirosis adalah perusakan jaringan hati normal yang meninggalkan jaringan parut yang tidak berfungsi di sekeliling jaringan hati yang masih berfungsi.”

“Penyakit yang menyebabkan kerusakan hati akan mengakibatkan sirosis. Di AS, penyebab paling sering adalah penyalahgunaan alkohol. Pada usis 45-65 tahun, sirosis merupakan penyebab kematian ketiga, setelah penyakit jantung dan kanker. Di beberapa negara Asia dan Afrika, penyebab utama dari sirosis adalah hepatitis kronis”

“Beberapa penderita sirosis ringan tidak memiliki gejala dan nampak sehat selama bertahun-tahun. Penderita lainnya mengalami kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan dan merasa sakit. Jika aliran empedu tersumbat selama bertahun-tahun, bisa terjadi sakit kuning (jaundice), gatal-gatal dan timbul nodul kecil di kulit yang berwarna kuning, terutama di sekeliling kelopak mata.”


“Kakak!! Bangun!!”

“Oi..Bila masa kakak tidur??”

Laptopnya di-shut down-kan.

“Hehh..Kakak ada seorang abang handsome nak jumpa.”

Gila ke apa adik aku ni? Abang handsome? Dekat rumah aku? Sekarang? Mama dengan papa tengah cuti-cuti ni? Abang handsome mana?

“Jap.Nak pakai tudung.”

Sejak dia mengetahui status sebenar dirinya di rumah ini,aurat dijaga semampu yang mungkin.


Diana menuruni anak tangga.

Mama datang dari dapur membawa dulang gelas minuman.

“Diana.Mari sini.Tengok siapa yang datang dari jauh nak jumpa Diana.”

Lelaki yang lebih kurang sebaya papa itu menoleh.

Abang? Nak kena adik aku sorang ni..

“Ini bapa kandung Diana.”

Mama menuturkannnya sambil membawa Diana ke arah Uncle Eskandar.